Saturday, 22 November 2014


Wahai saudaraku yang tercinta, diantara perkara yang membantu seseorang memanfaatkan waktunya adalah agar dia memperbanyak mengingat kematian dengan hati, lisan dan pikirannya. Demikian itu dikarenakan kematian adalah akhir dari kehidupan setiap makhluk. Kematian memisahkan antara dunia dan alam barzah. Jika manusia banyak mengingat kematian, maka dia akan menjadi orang yang bergegas menuju kebaikan dan memanfaatkan waktu luangnya. Jika hati lalai dari mengingat kematian dan lupa bahwa dia nanti akan meninggalkan dunia, maka hatinya akan mengeras, rusak dan bermalas-malasan untuk taat. Oleh karena itu, Sa’id Bin Jabir Rahimahullah berkata : ”Seandainya hatiku tidak lagi mengingat kematian, tentu saya takut hatiku menjadi rusak”.
Kemudian, ingatlah saat-saat kematian, saat menakutkan yang akan dilalui oleh setiap orang. Setiap orang diantara kita juga akan mengalami sakaratul maut, derita dan kesulitannya. Betapa menyakitkannya saat-saat itu? Betapa sakit dan menderitanya orang yang sedang mengalami saat kematian itu? Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya?!!.
Renungkanlah wahai saudaraku, saat orang mengalami masa yang menegangkan itu, saat terlintas di depannya semua rekaman kehidupannya! Pada saat yang menakutkan itu, dia menyesali segala perbuatannya, mengapa waktunya tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bahkan, menyesali setiap saat dari umurnya yang telah dimanfaatkan untuk selain ketaatan kepada Allah!! Demi Allah, seandainya dia bisa menangis dengan darah sebagai pengganti air mata, dia akan melakukan! Dia akan berteriak karena menyesali hari-harinya yang berlalu tanpa ketaatan kepada tuhannya. Akan tetapi, derita kematian dan rasa sakitnya telah menjadikan lisannya kelu, badan malas, serta kekuatannya hilang. Dia tidak memiliki apa-apa, kecuali angan-angan yang dengan penuh penyesalan atas apa yang telah dilakukannya tanpa mendapatkan keridhoan Allah SWT. Yang diharapkan oleh orang yang telah didatangi kematian, tidak lain hanya satu, yaitu seandainya dia bisa kembali ke dunia walau pun hanya satu jam, dia akan memanfaatkan waktunya itu dengan sebaik-baiknya dan akan mengganti hari-hari yang telah dilaluinya tanpa ketaatan kepada Allah. Apakah harapan itu akan terpenuhi? Dengarlah firman Allah dalam kitab-Nya:
“(demikanlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang salih terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan’”                                  (Al-Mukminuun:99-100)
Benar, tidak mungkin harapan itu terpenuhi! Waktu beramal telah berlalu dan telah datang waktu perhitungan serta pembalasan! Oleh karena itu, wahhai saudaraku seiman, apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi saat-saat yang menakutkan itu. Apa yang akan kamu persembahkan untuk menghadapi saat-saat yang akan segera menghamipirimu itu. Jangan malas, lalai dan menyia-nyiakan waktu. Sungguh, itu adalah sejelek-jelek bekal. Anda harus berlomba menuju amal soleh dan memanfaatkan waktu luang. Alangkah baiknya bekal itu!
Dengarlah perkataan Ibnu Al-Jauzi “Wahai orang yang umurnya terbatas dan badannya setelah kematian dimakan ulat! Aku melihat kamu selalu dalam kekurangan sejak kamu di ayunan hingga kamu mendekati saat-saat kematian. Wahai orang yang usianya berjalan dari waktu ke waktu, wahai orang yang sedikit bekalnya…..
Wahai saudaraku, apakah kamu menyadari perkataan dan tulisan ini? Kamu harus dapat membedakan mana yang salah dari yang benar!! Semoga Allah SWT menuntun kita menjadi golongan orang soleh dan bertakwa, kemudian dengan berbekal kesolehan tersebut dapat menularkannya kepada sesama manusia. Wallahu alam…

0 comments:

Post a Comment