Wahai saudaraku
yang tercinta, diantara perkara yang membantu seseorang memanfaatkan waktunya
adalah agar dia memperbanyak mengingat kematian dengan hati, lisan dan
pikirannya. Demikian itu dikarenakan kematian adalah akhir dari kehidupan
setiap makhluk. Kematian memisahkan antara dunia dan alam barzah. Jika manusia
banyak mengingat kematian, maka dia akan menjadi orang yang bergegas menuju
kebaikan dan memanfaatkan waktu luangnya. Jika hati lalai dari mengingat
kematian dan lupa bahwa dia nanti akan meninggalkan dunia, maka hatinya akan
mengeras, rusak dan bermalas-malasan untuk taat. Oleh karena itu, Sa’id Bin
Jabir Rahimahullah berkata : ”Seandainya hatiku tidak lagi mengingat kematian,
tentu saya takut hatiku menjadi rusak”.
Kemudian,
ingatlah saat-saat kematian, saat menakutkan yang akan dilalui oleh setiap
orang. Setiap orang diantara kita juga akan mengalami sakaratul maut, derita
dan kesulitannya. Betapa menyakitkannya saat-saat itu? Betapa sakit dan
menderitanya orang yang sedang mengalami saat kematian itu? Apa yang telah kamu
persiapkan untuk menghadapinya?!!.
Renungkanlah wahai
saudaraku, saat orang mengalami masa yang menegangkan itu, saat terlintas di
depannya semua rekaman kehidupannya! Pada saat yang menakutkan itu, dia
menyesali segala perbuatannya, mengapa waktunya tidak dimanfaatkan
sebaik-baiknya. Bahkan, menyesali setiap saat dari umurnya yang telah
dimanfaatkan untuk selain ketaatan kepada Allah!! Demi Allah, seandainya dia
bisa menangis dengan darah sebagai pengganti air mata, dia akan melakukan! Dia akan
berteriak karena menyesali hari-harinya yang berlalu tanpa ketaatan kepada
tuhannya. Akan tetapi, derita kematian dan rasa sakitnya telah menjadikan
lisannya kelu, badan malas, serta kekuatannya hilang. Dia tidak memiliki
apa-apa, kecuali angan-angan yang dengan penuh penyesalan atas apa yang telah
dilakukannya tanpa mendapatkan keridhoan Allah SWT. Yang diharapkan oleh orang
yang telah didatangi kematian, tidak lain hanya satu, yaitu seandainya dia bisa
kembali ke dunia walau pun hanya satu jam, dia akan memanfaatkan waktunya itu
dengan sebaik-baiknya dan akan mengganti hari-hari yang telah dilaluinya tanpa
ketaatan kepada Allah. Apakah harapan itu akan terpenuhi? Dengarlah firman
Allah dalam kitab-Nya:
“(demikanlah keadaan orang-orang kafir itu)
hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : Ya
Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang salih terhadap
yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan
yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka
dibangkitkan’” (Al-Mukminuun:99-100)
Benar, tidak
mungkin harapan itu terpenuhi! Waktu beramal telah berlalu dan telah datang
waktu perhitungan serta pembalasan! Oleh karena itu, wahhai saudaraku seiman,
apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi saat-saat yang menakutkan
itu. Apa yang akan kamu persembahkan untuk menghadapi saat-saat yang akan
segera menghamipirimu itu. Jangan malas, lalai dan menyia-nyiakan waktu. Sungguh,
itu adalah sejelek-jelek bekal. Anda harus berlomba menuju amal soleh dan
memanfaatkan waktu luang. Alangkah baiknya bekal itu!
Dengarlah perkataan
Ibnu Al-Jauzi “Wahai orang yang umurnya terbatas dan badannya setelah kematian
dimakan ulat! Aku melihat kamu selalu dalam kekurangan sejak kamu di ayunan
hingga kamu mendekati saat-saat kematian. Wahai orang yang usianya berjalan
dari waktu ke waktu, wahai orang yang sedikit bekalnya…..
Wahai saudaraku,
apakah kamu menyadari perkataan dan tulisan ini? Kamu harus dapat membedakan
mana yang salah dari yang benar!! Semoga Allah SWT menuntun kita menjadi
golongan orang soleh dan bertakwa, kemudian dengan berbekal kesolehan tersebut
dapat menularkannya kepada sesama manusia. Wallahu alam…
RSS Feed
Twitter
06:52
faizal cikasose

0 comments:
Post a Comment