Waktu
adalah salah satu nikmat Allah yang sangat berharga bagi manusia. Waktu merupakan sarana
untuk melakukan dan menyelesaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan
manusia. Ayat-ayat Al Quran menegaskan tentang pentingnya waktu dan menjunjung tinggi kedudukannya. Ha
ini tersurat dalam Al Quran, seperti surat Al Ashr (demi waktu) , Ad Dhuha (waktu
sepengggalahan naik). Barang siapa yang
dapat menggunakannya dengan baik, maka ia termasuk ke dalam golongan orang yang
beruntung.
Demi masa
atau demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling
menasehati supaya menaati kebenaran dan supaya menetapi kesabaran. (QS. Al
Ashr, 1-3)
Dalam hadits dinyatakan bahwa, “Dua
nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu
luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya,
orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai
dan tertipu dalam memanfaatkannya.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu
‘anhu berkata:”Tidaklah aku menyesal melebihi penyesalanku terhadap
suatu hari di mana matahari terbit di dalamnya dan berkurang umurku akan tetapi
tidak bertambah amalanku (kebaikan).”
Dan para salaf berkata:
Termasuk salah satu tanda hamba
dibenci Allah adalah dia menyia-nyiakan waktu.” Dan mereka (para salaf) sangat
bersungguh-sungguh untuk tidak melewatkan satu hari atau sebagian hari tanpa
membekali diri mereka dari hari itu dengan ilmu yang bermanfaat atau amalan
shalih, supaya tidak berlalu (habis) umur mereka dengan sia-sia dan terbuang
dengan percuma.
Sesunguhnya manusia adalah kumpulan
waktu yang ia hidup di dalamnya, apabila dia menyia-nyiakannya maka di telah
menyia-nyiakan dirinya. Betapa
banyak kita menyia-nyiakan umur kita tanpa ada tambahan ilmu, amal dan tanpa
ada penyesalan
Waktu tidak
bisa dilihat, tetapi dia akan bergulir, bergerak maju dan tidak akan kembali ke
masa lampau. Waktu bagi sebagian orang sangat membosankan, manakala kita tidak
bisa mempergunakannya dengan baik. Tetapi waktu pun akan bergerak cepat,
seiring kita bisa memanfaatkan dan mengisinya dengan hal-hal yang berguna.
Seseorang tidak dapat mengulangi kejadian masa lalu di masa sekarang atau masa
depan .
Agar
kehidupan kita berarti, ajaran Islam sangat menganjurkan pemanfaatan waktu
sebaik mungkin, dengan cara memenej waktu dalam
kehidupan sehari-hari. Cara memanfaatkan waktu, antara lain :
1. Kita harus menjaganya dengan sungguh-sungguh, maksudnya memanfaatkan
waktu untuk hal-hal yang berguna bagi kehidupan dunia akhirat. Kita tidak boleh
membiarkan waktu berlalu sekejappun , terbuang percuma tanpa diisi dengan hal
yang manfaat. Waktu diisi dengan mencari ilmu, beramal sholeh, menolong orang
lain dalam kebaikan atau segala sesuatu kegiatan yang positif. Kita tidak boleh
berbuat sesuka hati dan semaunya, karena kita tidak tahu kapan akan mati untuk
mempertanggungjawabkan segala perbuatan.
2. Kita harus menggunakan skala prioritas dalam menggunakan waktu. Kita
berusaha melakukan sesuatu yang penting, artinya menyibukkan diri dengan
hal-hal yang bemanfaat.
3. Sebisa mungkin menghindar dari segala aktifitas yang bersifat mubah
atau cenderung lebih banyak merugikan.
4. Melakukan perenungan atau introspeksi diri terhadap segala kegiatan
yang telah dilakukan selama siang dan malam (seharian penuh).
5. Memperbanyak kegiatan pada saat-saat tertentu, yang sudah
diperintahkan oleh Sang Khalik. Seperti mengerjakan amalan pada bulan ramadhan,
dimana akan dilipatgandakan pahalanya.
6. Jangan terbuai dengan angan-angan dunia, merasa telah banyak melakukan
amal sholeh, padahal kita tidak pernah tahu seberapa nilainya, hanya Allah yang
tahu.
7. Jangan menunda pekerjaan sampai besok. Banyaklah berbuat kebajikan
hari ini untuk esok hari, karena penyesalan datangnya terlambat.
Seorang penyair berkata:
Berbekalah
dengan ketakwaan karena engkau tidak tahu
Apabila
malam telah gelap apakah engkau akan hidup esok hari
Betapa
banyak orang yang sehat meninggal tanpa didahului sakit
Dan betapa
banyak orang yang sakit ternyata hidup lama
Betapa
banyak seorang pemuda sore dan pagi harinya dalam kondisi aman
Padahal
kain kafannya telah digunting dan dia tidak mengetahuinya
Ibnu Qayyim rahimahullah
berkata: ”Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari pada kematian,
karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari Allah dan akherat, sedangkan
kematian memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”
·
Inajati (Sumber penulisan artikel diambil dari berbagai sumber)
RSS Feed
Twitter
20:41
faizal cikasose

0 comments:
Post a Comment