Wednesday, 10 December 2014


Waktu adalah salah satu nikmat Allah yang sangat berharga bagi manusia. Waktu merupakan sarana untuk melakukan dan menyelesaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Ayat-ayat Al Quran menegaskan tentang pentingnya  waktu dan menjunjung tinggi kedudukannya. Ha ini tersurat dalam Al Quran, seperti  surat Al Ashr (demi waktu) , Ad Dhuha (waktu sepengggalahan naik). Barang siapa yang dapat menggunakannya dengan baik, maka ia termasuk ke dalam golongan orang yang beruntung.

Demi masa atau demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang  beriman  dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan supaya menetapi kesabaran. (QS. Al Ashr, 1-3)
Dalam hadits dinyatakan bahwa, “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang (HR. Bukhari). Banyak manusia tertipu didalam keduanya, itu artinya, orang yang mampu memanfaatkan hanya sedikit. Kebanyakan manusia justru lalai dan tertipu dalam memanfaatkannya.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:”Tidaklah aku menyesal melebihi penyesalanku terhadap suatu hari di mana matahari terbit di dalamnya dan berkurang umurku akan tetapi tidak bertambah amalanku (kebaikan).”

Dan para salaf berkata:
Termasuk salah satu tanda hamba dibenci Allah adalah dia menyia-nyiakan waktu.” Dan mereka (para salaf) sangat bersungguh-sungguh untuk tidak melewatkan satu hari atau sebagian hari tanpa membekali diri mereka dari hari itu dengan ilmu yang bermanfaat atau amalan shalih, supaya tidak berlalu (habis) umur mereka dengan sia-sia dan terbuang dengan percuma.

Sesunguhnya manusia adalah kumpulan waktu yang ia hidup di dalamnya, apabila dia menyia-nyiakannya maka di telah menyia-nyiakan dirinya. Betapa banyak kita menyia-nyiakan umur kita tanpa ada tambahan ilmu, amal dan tanpa ada penyesalan

Waktu tidak bisa dilihat, tetapi dia akan bergulir, bergerak maju dan tidak akan kembali ke masa lampau. Waktu bagi sebagian orang sangat membosankan, manakala kita tidak bisa mempergunakannya dengan baik. Tetapi waktu pun akan bergerak cepat, seiring kita bisa memanfaatkan dan mengisinya dengan hal-hal yang berguna. Seseorang tidak dapat mengulangi kejadian masa lalu di masa sekarang atau masa depan .
Agar kehidupan kita berarti, ajaran Islam sangat menganjurkan pemanfaatan waktu sebaik mungkin, dengan cara memenej waktu dalam  kehidupan sehari-hari. Cara memanfaatkan waktu, antara lain :
1.       Kita harus menjaganya dengan sungguh-sungguh, maksudnya memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang berguna bagi kehidupan dunia akhirat. Kita tidak boleh membiarkan waktu berlalu sekejappun , terbuang percuma tanpa diisi dengan hal yang manfaat. Waktu diisi dengan mencari ilmu, beramal sholeh, menolong orang lain dalam kebaikan atau segala sesuatu kegiatan yang positif. Kita tidak boleh berbuat sesuka hati dan semaunya, karena kita tidak tahu kapan akan mati untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan.
2.       Kita harus menggunakan skala prioritas dalam menggunakan waktu. Kita berusaha melakukan sesuatu yang penting, artinya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bemanfaat.
3.       Sebisa mungkin menghindar dari segala aktifitas yang bersifat mubah atau cenderung lebih banyak merugikan.
4.       Melakukan perenungan atau introspeksi diri terhadap segala kegiatan yang telah dilakukan selama siang dan malam (seharian penuh).
5.       Memperbanyak kegiatan pada saat-saat tertentu, yang sudah diperintahkan oleh Sang Khalik. Seperti mengerjakan amalan pada bulan ramadhan, dimana akan dilipatgandakan pahalanya.
6.       Jangan terbuai dengan angan-angan dunia, merasa telah banyak melakukan amal sholeh, padahal kita tidak pernah tahu seberapa nilainya, hanya Allah yang tahu.
7.       Jangan menunda pekerjaan sampai besok. Banyaklah berbuat kebajikan hari ini untuk esok hari, karena penyesalan datangnya terlambat.

Seorang penyair berkata:

Berbekalah dengan ketakwaan karena engkau tidak tahu
Apabila malam telah gelap apakah engkau akan hidup esok hari
Betapa banyak orang yang sehat meninggal tanpa didahului sakit
Dan betapa banyak orang yang sakit ternyata hidup lama
Betapa banyak seorang pemuda sore dan pagi harinya dalam kondisi aman
Padahal kain kafannya telah digunting dan dia tidak mengetahuinya

Ibnu Qayyim rahimahullah  berkata: ”Menyia-nyiakan waktu lebih berbahaya dari pada kematian, karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari Allah dan akherat, sedangkan kematian memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”

·         Inajati  (Sumber penulisan  artikel diambil dari berbagai sumber)
 

0 comments:

Post a Comment