Saturday, 17 January 2015



  
Pada tanggal 12 Rabiul Awal di bulan masehi sudah di peringati bahwasannya hari tersebut adalah hari kelahiran seorang baginda Rasul yakni Nabi Muhammad Saw,sudah dipastikan hampir di seluruh belahan dunia banyak umat islam yang memperingati hari kelahiran Nabi besar kita Nabi Muhammad Saw.
Diantaranya ada yang memperingati dengan kegiatan dalam  bentuk pengajian,bershalawat,berdzikir,dan sebagainya.Namun dibalik ini semua telah  memiliki beberapa nilai dan makna, diantaranya: 
Pertama, nilai spiritual.Dengan maulid setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada beliau saw.
Luapan kegembiraan terhadap kelahiran nabi saw merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam,karena figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam.Dengan memperingati maulid, kita akan sendirinya ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi saw. Allah swt dan malaikat pun telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada beliau saw.
Kedua, nilai moral.Sudah amat jelas dari apa yang sudah di contohkan oleh Rasulallah terutama moral dalam berkehidupan.Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi saw adalah salah satu tujuan dari diutusnya Nabi saw kedunia ini intuk memberikan tauladan bagi umat. Dalam peringatan maulid Nabi saw, kita juga bisa mendapat nasehat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama,sehingga kita dapat teringatkan kembali untuk senantiasa berada dijalan yang sesuai rasul ajarkan.
Ketiga, nilai sosial. Memuliakan dan mem-berikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majlis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi (surah al-Insan;8-9).
Keempat, nilai persatuan .Saat berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat  maupun berdzikir.Akan mengandung hikmah yang luar biasa,selain mendapatkan pahala bershalawat,berdzikir,dan bersilaturahmi.keindahan berkumpul bersama dengan para jamaah akan melahirkan suatu ukhuwan Islamiyah antar jamaah.sehingga persatuan umat dalam menjalankan sunah rasul semakin kuat dan erat.

Adapun bukti cinta yang harus kita lakukan kepada rasul :
1.  Beshalawat
Ada juga yang mengatakan ia berarti taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya:
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
“Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzab:43).
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi  wa Sallam  bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)-nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak).” (HR An-Nasa’i No. 1297 dan Ahmad, shahih.
2.  Harus ada keinginan untuk bertemu dengannya
Tentunya yang dinamakan cinta adalah suatu perasaan dari dalam lubuk hati yang paling dalam terhadap apa yang diidolakan,maupun dikaguminya,walaupun sekilas lewat cerita dan sejarah.Namun hal ini harus dicurahkan dengan suatu perasaan rindu yang amat besar kepadanya,minimal kita selalu berikhtiar dan berusaha mencari bagaimana caranya diakherat kelak  bisa bertemu dengan Rasulullah saw  yang kita cintai.
3.  Mengikuti Ajarannya
Menjadi pengikut yang sempurna menuntut adanya pengabdian dan kepatuhan sepenuhnya sebagaimana terkandung dalam perkataan “abd.” Ayat yang menyatakan “Hai hamba-hamba-Ku”. secara intinya bermakna: “Wahai para pengikut-Ku yang bergelimang dosa, janganlah kalian berputus asa akan rahmat Allah karena Allah, berkat kalian mengikut padaku, akan mengampuni dosa-dosa kalian”. Allah tidak akan memaafkan para penyembah berhala dan orang-orang kafir jika mereka tidak beriman dan mengikuti Hadzrat Rasululllah s.a.w. Dalam ayat tersebut tersirat bahwa para sahaya yang tulus dari Rasulullah s.a.w. akan memperoleh karunia Nur keimanan, kecintaan dan semangat yang akan menyelamatkan mereka dari segala sesuatu yang menyekutukan Allah, dan mereka akan dibebaskan dari dosa-dosa serta dikaruniai denga nkehidupan yang suci didunia ini, bebas dari kuburan gelap nafsu-nafsu manusiawi.


4.  Kita harus berakhlak seperti Rasulullah
Kalau bertanya masalah akhlak Rasulullah Saw sudah nampak jelas diceritakan dalam sejarah,beliau begitu mempunyai akhlak yang luar biasa bahkan bisa jadi tidak yang bisa menyaingi akhlak yang dimilikinya.Akhlaq sosial khususnya belia sangat santun,bijaksana dalam menentukan permasalahan,beliau tetap bersabar ketika diberi ujian,dan sebagainya.Dengan contoh yang sudah di berikan rasulullah setidakya dapat membantu diri kita untuk senantiasa mengacu terhadap akhlak beliau sehingga senantiasa kita selalu berada dijalur yang positif.
5.  Harus mencintai apa yang dicintainya
Sangat banyak hal-hal yang dicintai oleh rasulullah,mulai amalan-amalan ibadah yang bentuknya pengabdian dan rasa syukurnya terhadap Allah swt,begitupun cara mencintai terhadap manusia mulai dari keluarganya,sahabatnya,hingga sampai kita semua sebagai umatnya.Bukti cinta rasul kepada umatnya adalah ditengah kehidupannya beliau bisa memberikan warna sekaligus keadilan bagi umatnya,disisi lain rasulullah tak lupa memberikan contoh kehidupan dan mendakwahkan pesan dari Allah Swt agar umatnya bisa terarah.Begitupun pada saat azal rasul datang yang ada di pikiran rasul bukan dirinya semata melainkan umatnya dan umatnya.

Wallahu a'lam bis-shawab.

0 comments:

Post a Comment