Monday, 2 March 2015




Banyak orang bertanya, apakah dengan gaji atau penghasilan yang kecil bisa mulai berinvestasi, kemudian mereka menjadi ragu apakah memang benar-benar bisa berinvestasi. Sebetulnya , seberapa pentingkah investasi itu, dan berapa penghasilan minimal yang diperlukan untuk bisa berinvestasi ?
Jika ditanya ditanya seberapa penting investasi dalam hidup kita, kami akan menjawab sangat sangat penting. Karena pada dasarnya , berinvestasi adalah salah satu cara untuk membuat uang anda bekerja untuk anda.  Di satu portal berita, ada artikel, dimana seorang petugas SPBU meninggalkan waisan sebesar Rp 101 miliar. Ternyata , orang tersebut memiliki gaya hidup sederhana dan rajin berinvestasi .
Kembali ke pertanyaan di atas mengenai seberapa besar penghasilan yang harus didapat  agar bisa berinvestasi. Besar kecilnya penghasilan, sebetunya bukan hambatan untuk berinvestasi. Pengertian gaji pas-pasan memang relatif. Banyak orang mengatakan pas-pasan dengan penghasilan Rp. 2 juta, namun ada juga yang merasa pas-pasan dengan gaji Rp. 6 juta. Ini semua tergantung dari pola pengeluaran masing-masing. Penghasilan kecil bukan menjadi hambatan, justru harusnya menjadi motivasi lebih dalam berinvestasi untuk mempersiapkan masa depan lebih baik.
Beberapa tips bagamana caranya memulai investasi bagi yang berpenghasilan kecil, antara lain :
1.    Hitung terlebih dahulu kebutuhan bulanan anda (cash flow)
Berapapun penghasilan bulanan anda, alangkah baiknya kembali dihitung kebutuhan bulanan yang diperlukan. Bila ternyata dari penghasilan dikurangi kebutuhan masih ada sisa, dapat digunakan untuk menabung sekaligus investasi. Prioritas utama tentunya adalah pemenuhan kebutuhan hidup terlebih dahulu.
2.    Alokasikan dana yang akan diinvestasikan.
Segera alokasikan dana yang tersedia untuk ditabung/diinvestasikan di awal bulan. Tujuannya agar dana tersebut tidak terpakai oleh kebutuhan lain. Dana tersebut dapat disimpan di rekening yang berbeda.
3.    Cari jenis investasi yang aman dan terjangkau.
Sebelum anda mulai berinvestasi, carilah produk investasi yang aman, beresiko rendah  dan sebaiknya diawasi oleh pemerintah. Misalnya emas. Emas termasuk salah satu jenis investasi yang cukup rendah dan menguntungkan tetapi tetap likuid.
4.    Mulai lebih awal lebih baik.
Semakin awal anda berinvestasi akan semakin besar juga manfaatnya di kemudian hari. Dengan kata lain, janganlah menunda, apalagi apabila anda masih muda dan masih usia produktif. Ingatlah, bahwa semakin lama jangka waktu anda dalam berinvestasi akan semakin besar hasil yang didapatkan.
Jadi , seberapa besar pun penghasilan, anda bisa tetap mulai berinvestasi. Apabila dirasa berat menyisihkan uang setiap bulan untuk berinvestasi, bisa dilakukan ketika mendapat  tambahan uang secara insidental. Siapkan masa depan yang lebih baik dengan cara beinvestasi.
(Sumber : Candra Mulyana, Pikiran Rakyat)
#SPUberbagi

0 comments:

Post a Comment