Banyak orang bertanya, apakah dengan gaji atau penghasilan
yang kecil bisa mulai berinvestasi, kemudian mereka menjadi ragu apakah memang
benar-benar bisa berinvestasi. Sebetulnya , seberapa pentingkah investasi itu,
dan berapa penghasilan minimal yang diperlukan untuk bisa berinvestasi ?
Jika ditanya ditanya seberapa penting investasi dalam hidup
kita, kami akan menjawab sangat sangat penting. Karena pada dasarnya ,
berinvestasi adalah salah satu cara untuk membuat uang anda bekerja untuk
anda. Di satu portal berita, ada
artikel, dimana seorang petugas SPBU meninggalkan waisan sebesar Rp 101 miliar.
Ternyata , orang tersebut memiliki gaya hidup sederhana dan rajin berinvestasi
.
Kembali ke pertanyaan di atas mengenai seberapa besar
penghasilan yang harus didapat agar bisa
berinvestasi. Besar kecilnya penghasilan, sebetunya bukan hambatan untuk
berinvestasi. Pengertian gaji pas-pasan memang relatif. Banyak orang mengatakan
pas-pasan dengan penghasilan Rp. 2 juta, namun ada juga yang merasa pas-pasan
dengan gaji Rp. 6 juta. Ini semua tergantung dari pola pengeluaran
masing-masing. Penghasilan kecil bukan menjadi hambatan, justru harusnya
menjadi motivasi lebih dalam berinvestasi untuk mempersiapkan masa depan lebih baik.
Beberapa tips bagamana caranya memulai investasi bagi yang
berpenghasilan kecil, antara lain :
1. Hitung
terlebih dahulu kebutuhan bulanan anda (cash flow)
Berapapun penghasilan bulanan anda,
alangkah baiknya kembali dihitung kebutuhan bulanan yang diperlukan. Bila
ternyata dari penghasilan dikurangi kebutuhan masih ada sisa, dapat digunakan
untuk menabung sekaligus investasi. Prioritas utama tentunya adalah pemenuhan
kebutuhan hidup terlebih dahulu.
2. Alokasikan
dana yang akan diinvestasikan.
Segera alokasikan dana yang tersedia untuk
ditabung/diinvestasikan di awal bulan. Tujuannya agar dana tersebut tidak
terpakai oleh kebutuhan lain. Dana tersebut dapat disimpan di rekening yang
berbeda.
3. Cari
jenis investasi yang aman dan terjangkau.
Sebelum anda mulai berinvestasi, carilah
produk investasi yang aman, beresiko rendah
dan sebaiknya diawasi oleh pemerintah. Misalnya emas. Emas termasuk
salah satu jenis investasi yang cukup rendah dan menguntungkan tetapi tetap
likuid.
4. Mulai
lebih awal lebih baik.
Semakin awal anda berinvestasi akan
semakin besar juga manfaatnya di kemudian hari. Dengan kata lain, janganlah
menunda, apalagi apabila anda masih muda dan masih usia produktif. Ingatlah,
bahwa semakin lama jangka waktu anda dalam berinvestasi akan semakin besar hasil
yang didapatkan.
Jadi , seberapa besar pun penghasilan, anda bisa tetap
mulai berinvestasi. Apabila dirasa berat menyisihkan uang setiap bulan untuk
berinvestasi, bisa dilakukan ketika mendapat
tambahan uang secara insidental. Siapkan masa depan yang lebih baik
dengan cara beinvestasi.
(Sumber : Candra Mulyana, Pikiran Rakyat)
#SPUberbagi
RSS Feed
Twitter
23:27
faizal cikasose

0 comments:
Post a Comment