Istiqamah
merupakan salah satu kunci menggapai kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat.
Allah SWT
berfirman : “Sesungguhnya orang-orang
yang mengatakan ‘ “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka (istiqamah) meneguhkan
pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan’
“Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa bersedih, dan gembirakanlah
mereka dengan jannah telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushshilat : 30).
Kesedihan dan ketakutan jauh dari orang-orang yang istiqamah. Mereka selalu riang dengan hadiah surga yang
dijanjikan dan menikmati kucuran rezeki yang tiada habisnya, sebagaimana janji
Allah swt. ”Dan bahwasanya
jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan itu, benar-benar Kami akan
memberi minum kepada mereka air yang segar. Untuk Kami beri cobaan kepada
mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya,
niscaya akan dimasukkan-Nya kedalam azab yang amat berat.” (QS Jin:16-17)
Bagaimana cara istiqamah?
Cara ideal dalam
beristiqamah adalah meneladani perilaku Rasulullah SAW sebagai teladan bagi
umatnya, sebab beliaulah orang pertama yang menempuh jalur lurus istiqamah
Allah SWT
befirman : “Maka tetap (istiqamahlah) engkau
(Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan
juga orang yang bertaubat bersamamu dan janganlah kamu melampaui batas.
Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Hud : 112)
Allah SWT sekali
lagi menegaskan dalam firman: ”Maka
karena itu serulah dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan
janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (QS Asy-Syura : 15).
Perintah ini
diikuti dengan perintah untuk menjaga konsistensi, istiqamah.
“Katakanlah : “Bahwasannya aku hanyalah seorang manusia
seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasannya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha
Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun
kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya”.
(QS. Fushishilat ; 6)
Salah satu
cara agar kita selalu istiqamah dalam melaksanakan segala hal adalah dibarengi
dengan niat yang kuat.
Diriwayatkan dari
Ibnu’Abbas ra, dari Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah menulis amal-amal kebajikan dan
amal-amal keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut,bahwa barang siapa yang
berniat ingin melakukan suatu kebajikan, lalu ia urung melaksanakannya, maka
Allah telah mencatatnya sebagai satu kebaikan penuh disisi-Nya. Dan barangsiapa
yang berniat ingin melakukan dan benar-benar melaksanakannya, maka Allah azza
wa jalla mencatat disisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali
lipat. Sementara jika ia berniat melakukan suatu keburukan (kejahatan), lalu
urung menjalankannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan penuh
disisi-Nya dan jika ia berniat melakukannya dan benar-benar menjalankannya,
maka Allah hanya mencatatnya sebagai satu keburukan”. (HR. Bukhari Muslim)
Niat adalah
pangkal amal. Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiyallahu
anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan
sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. (HR.
Bukhari Muslim)
Cara menjaga agar
niat selalu tertanam di dalam diri kita, antara lain : (1) niat harus jelas
tujuannya, (2) visualisasikan niat dengan semesta, pikiran bawah sadar dan
tubuh, (3) berdoa, (4) tawakal kepada Allah, (5) bertindaklah dengan cepat dan bijak.
Orang sukses
selalu meniatkan hasil yang besar. Dia tidak suka bertransaksi untuk hasil yang
sedikit. Inilah konsep yang disebut dengan berpikir besar. Niatkanlah hasil
yang besar maka anda akan mendapatkan sesuatu yang besar dan menjadi orang yang
besar. Jangan membatasi diri sendiri, sebab bisa jadi batas yang anda tetapkan
terlalu kecil dibanding potensi anda sebenarnya.
(Sumber : ibh3.wordpress)
RSS Feed
Twitter
17:54
faizal cikasose

0 comments:
Post a Comment