Tuesday, 3 March 2015




Istiqamah merupakan salah satu kunci menggapai kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat.
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘ “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka (istiqamah) meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan’ “Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa bersedih, dan gembirakanlah mereka dengan jannah telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushshilat : 30).
Kesedihan dan ketakutan jauh dari orang-orang yang istiqamah. Mereka selalu riang dengan hadiah surga yang dijanjikan dan menikmati kucuran rezeki yang tiada habisnya, sebagaimana janji Allah swt. ”Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan itu, benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya kedalam azab yang amat berat.” (QS Jin:16-17)
Bagaimana cara istiqamah?
Cara ideal dalam beristiqamah adalah meneladani perilaku Rasulullah SAW sebagai teladan bagi umatnya, sebab beliaulah orang pertama yang menempuh jalur lurus istiqamah
Allah SWT befirman : “Maka tetap (istiqamahlah) engkau (Muhammad) (di jalan yang benar), sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan juga orang yang bertaubat bersamamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Hud : 112)
Allah SWT sekali lagi menegaskan dalam firman: ”Maka karena itu serulah dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (QS Asy-Syura : 15).
Perintah ini diikuti dengan perintah untuk menjaga konsistensi, istiqamah.
“Katakanlah : “Bahwasannya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasannya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya”. (QS. Fushishilat ; 6)
Salah satu cara agar kita selalu istiqamah dalam melaksanakan segala hal adalah dibarengi dengan niat yang kuat.
Diriwayatkan dari Ibnu’Abbas ra, dari Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah menulis amal-amal kebajikan dan amal-amal keburukan, kemudian menjelaskan hal tersebut,bahwa barang siapa yang berniat ingin melakukan suatu kebajikan, lalu ia urung melaksanakannya, maka Allah telah mencatatnya sebagai satu kebaikan penuh disisi-Nya. Dan barangsiapa yang berniat ingin melakukan dan benar-benar melaksanakannya, maka Allah azza wa jalla mencatat disisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat. Sementara jika ia berniat melakukan suatu keburukan (kejahatan), lalu urung menjalankannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan penuh disisi-Nya dan jika ia berniat melakukannya dan benar-benar menjalankannya, maka Allah hanya mencatatnya sebagai satu keburukan”. (HR. Bukhari  Muslim)
Niat adalah pangkal amal. Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiyallahu anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. (HR. Bukhari Muslim)
Cara menjaga agar niat selalu tertanam di dalam diri kita, antara lain : (1) niat harus jelas tujuannya, (2) visualisasikan niat dengan semesta, pikiran bawah sadar dan tubuh, (3) berdoa, (4) tawakal kepada Allah, (5)  bertindaklah dengan cepat dan bijak.
Orang sukses selalu meniatkan hasil yang besar. Dia tidak suka bertransaksi untuk hasil yang sedikit. Inilah konsep yang disebut dengan berpikir besar. Niatkanlah hasil yang besar maka anda akan mendapatkan sesuatu yang besar dan menjadi orang yang besar. Jangan membatasi diri sendiri, sebab bisa jadi batas yang anda tetapkan terlalu kecil dibanding potensi anda sebenarnya.
(Sumber : ibh3.wordpress)

0 comments:

Post a Comment