Segala puji bagi Allah Dzat yang
telah memerintahkan hambaNya agar berdoa kepadaNya, dan berjanji akan
mengabulkannya. Allah ta’ala berfirman,
”Dan
Tuhanmu berfirman: ‘berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Qs.
Al-Mukmin/Ghofir : 60).
Shalawat dan salam kepada RasulNya
yang telah bersabda,
”Sesungguhnya
doa berguna untuk sesuatu yang telah dan akan terjadi, karena itu hendaklah
kalian berdoa wahai hamba-hamba Allah.” (HR. at Tirmidzi)
Contoh kisah-kisah yang menggambarkan keajaiban sebuah doa dan
beberapa hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran hidup.
Kisah
1 ~ Turun Hujan
Dari Anas bin Malik, ia berkata,
“Pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam manusia tertimpa paceklik. Ketika
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memberikan khutbah pada hari Jum’at,
tiba-tiba ada seorang Arab badui berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, harta
benda telah binasa dan telah terjadi kelaparan, maka berdo’alah kepada Allah
untuk kami.” Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangan berdoa, dan saat itu
kami tidak melihat sedikitpun ada awan di langit. Namun demi Dzat yang jiwaku
berada di tangan-Nya, sungguh beliau tidak menurunkan kedua tangannya kecuali
gumpalan awan telah datang membumbung tinggi laksana pegunungan. Dan beliau
belum turun dari mimbar hingga akhirnya aku melihat hujan turun membasahi
jenggot beliau shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka pada hari itu, keesokan
harinya dan lusa kami terus-terusan mendapatkan guyuran hujan dan hari-hari
berikutnya hingga hari Jum’at berikutnya. Pada Jum’at berikutnya orang Arab
badui tersebut, atau orang yang lain berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah,
banyak bangunan yang roboh, harta benda tenggelam dan hanyut, maka berdo’alah
kepada Allah untuk kami.” Beliau lalu mengangkat kedua telapak tangannya dan
berdoa: ‘ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA ‘ALAINAA (Ya Allah, turunkanlah hujan di
sekeliling kami dan jangan sampai menimbulkan kerusakan kepada kami) ‘. Belum
lagi beliau memberikan isyarat dengan tangannya kepada gumpalan awan, melainkan
awan tersebut hilang seketika. Saat itu kota Madinah menjadi seperti danau dan
aliran-aliran air, Madinah juga tidak mendapatkan sinar matahari selama satu
bulan. Dan tidak seorang pun yang datang dari segala pelosok kota kecuali akan
menceritakan tentang terjadinya hujan yang lebat tersebut.” (HR. al-Bukhari)
Kisah
2 ~Tiga Orang yang Terperangkap di Dalam Gua
Dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga orang dari
orang-orang sebelum kalian yang ketika sedang bepergian turun hujan lalu
ketiganya masuk ke dalam gua namun kemudian gua itu (pintunya) menutup mereka.
Kemudian diantara mereka berkata kepada yang lainnya; “Demi Allah, wahai kawan,
tidak akan ada yang dapat menolong kalian kecuali kejujuran (kebajikan). Maka
masing-masing dari mereka berdo’a dengan apa yang mereka ketahui sebagai suatu
kebajikan.
Maka seorang diantara mereka
berkata; “Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui bahwa aku pernah punya seorang
pekerja untukku dengan upah satu faraq (tiga sha’) berupa beras lalu dia pergi
dan meninggalkan upahnya itu kemudian aku sengaja dari beras itu aku jadikan
benih dan aku tanam sehingga berkembang lalu dari hasilnya itu aku belikan
seekor sapi. Suatu hari dia datang dan meminta upahnya yang dulu lalu aku
katakan kepadanya; “Lihatlah sapi itu. Itulah upah mu yang satu faraq itu ambil
dan giringlah pulang”. Orang itu berkata; “Yang menjadi hakku hanyalah satu
faraq beras”. Aku katakan kepadanya; “Ambillah sapi itu karena dia hasil yang
aku kembangkan dari upah berasmu”. Ya Allah, seandainya Engkau mengetahui apa
yang aku kerjakan itu semata karena takut kepada-Mu, maka bukakanlah celah
untuk kami”. Maka pintu gua itu terbuka sedikit.
Lalu orang yang lain berkata; “Ya
Allah, sungguh Engkau telah mengetahui bahwa aku memiliki kedua orangtua yang
sudah renta. Dan setiap malam aku membawakan bagi keduanya susu dari kambing
milikku. Pada suatu malam, aku terlambat mendatangi keduanya sehingga ketika
aku datang keduanya sudah tertidur sementara keluargaku dan anak-anakku
menangis karena kelaparan sedangkan aku tidak akan memberi minum kepada mereka
sebelum kedua orangtuaku dan aku enggan untuk membangunkan keduanya dan aku
juga enggan meninggalkan keduanya dengan meminum jatah susu keduanya. Dan aku
terus menunggu dalam keadaan seperti itu hingga terbit fajar. Ya Allah,
seandainya Engkau mengetahui apa yang aku kerjakan itu semata karena takut
kepada-Mu, maka bukakanlah celah untuk kami”. Maka pintu gua itu kembali
terbuka sedikit hingga mereka dapat melihat langit.
Kemudian orang yang ketiga berkata;
“Ya Allah, sungguh Engkau mengetahui bahwa aku mempunyai anak pamanku
(keponakan) yang merupakan manusia yang paling aku cintai dan aku pernah
menginginkan dirinya untukku namun dia menolak kecuali bila aku dapat
memberinya uang sebanyak seratus dinar. Maka aku bekerja dan berhasil
mengumpulkan uang tersebut. Lalu aku temui dia dan aku berikan uang tersebut
dan dia mempersilakan dirinya untukku namun ketika aku sudah berada di antara
kedua kakinya dia berkata; “Bertaqwalah kepada Allah, dan janganlah kamu
renggut keperawanan kecuali dengan haq”. Maka aku berdiri lalu pergi
meninggalkan uang seratus dinar tersebut. Ya Allah, seandainya Engkau
mengetahui apa yang aku kerjakan itu semata karena takut kepada-Mu, maka
bukakanlah celah untuk kami”.”Maka Allah membukakan gua itu untuk mereka lalu
mereka keluar”. (HR. al-Bukhori)
Kisah
3 ~ Kematian Abu Salamah
Dari Ummu Salamah, ia berkata; saya
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang
mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh
Allah, ‘INNAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI’UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI
WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan
kembali kepada Allah. Ya Allah, berilah kami pahala karena mushibah ini dan
tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya).’ melainkan Allah menukar
baginya dengan yang lebih baik.” Ummu Salamah berkata; Ketika Abu Salamah telah
meninggal, saya bertanya, “Orang muslim manakah yang lebih baik daripada Abu
Salamah? Dia adalah orang-orang yang pertama-tama hijrah kepada Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam. Kemudian akupun mengucapkan doa tersebut. Maka
Allah pun menggantikannya bagiku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ummu
Salamah mengisahkan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Hatib bin
Abu Balta’ah melamarku untuk beliau sendiri. Maka saya pun menjawab, “Bagaimana
mungkin, aku telah mempunyai seorang anak wanita, dan aku sendiri adalah
seorang pencemburu.” Selanjutnya beliau pun menjawab: “Adapun anaknya, maka
kita do’akan semoga Allah mencukupkan kebutuhannya, dan aku mendo’akan pula
semoga Allah menghilangkan rasa cemburunya itu.” (HR. Muslim)
Kisah
4. ~Doa Nabi Untuk Anas bin Malik
Anas (bin Malik) berkata; Pada suatu
hari saya bersama ibuku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ibuku menyelimutiku dengan separuh kerudungnya dan separuhnya lagi untuk
menyelendangi saya. Ibuku berkata; ‘Ya Rasulullah, inilah Unais (panggilan Anas
ketika masih kecil), putra saya. Saya ajak ia kemari agar kelak membantu
engkau. Oleh karena itu, doakanlah untuknya! Kemudian Rasulullah berdoa untuk
Anas; “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya!” Di kemudian hari Anas
berkata; Demi Allah, harta saya sekarang sungguh banyak sekali, anak dan cucu
saya kini telah mencapai seratus orang lebih.” (HR.Muslim)
Di antara pelajaran yang bisa kita
ambil dari empat kisah di atas, adalah :
1. Doa itu bermanfaat bagi pelakunya
maupun orang yang didoakan, bahkan lingkungan di sekitarnya.
2. Bolehnya meminta kepada orang sholeh yang masih hidup agar dia berdoa kepada Allah ta’ala untuk kemaslahatan kita.
3. Disyariatkan bertawasul dengan amal sholeh ketika berdoa.
4. Sangat boleh jadi, salah satu sebab akan terkabulnya doa adalah dengan bertawasul dengan amal sholeh sebelum berdoa.
5. Disyariatkannya untuk berdoa memohon pahala atas musibah yang menimpa dan meminta ganti dengan yang lebih baik.
6. Diperbolehkannya doa agar dikaruniakan harta dan anak yang banyak.
7. Hendaknya seseorang tidak berputus asa dari rahmat Alloh ta’ala. Oleh karena itu, hendaknya ia terus berdoa kepada Allah ta’ala dan tidak pernah merasa bosan untuk melakukannya.
2. Bolehnya meminta kepada orang sholeh yang masih hidup agar dia berdoa kepada Allah ta’ala untuk kemaslahatan kita.
3. Disyariatkan bertawasul dengan amal sholeh ketika berdoa.
4. Sangat boleh jadi, salah satu sebab akan terkabulnya doa adalah dengan bertawasul dengan amal sholeh sebelum berdoa.
5. Disyariatkannya untuk berdoa memohon pahala atas musibah yang menimpa dan meminta ganti dengan yang lebih baik.
6. Diperbolehkannya doa agar dikaruniakan harta dan anak yang banyak.
7. Hendaknya seseorang tidak berputus asa dari rahmat Alloh ta’ala. Oleh karena itu, hendaknya ia terus berdoa kepada Allah ta’ala dan tidak pernah merasa bosan untuk melakukannya.
(Sumber : alsofwa.com)
#SPUBerbagi
RSS Feed
Twitter
23:49
faizal cikasose

0 comments:
Post a Comment