Di antara sekian banyak kisah dalam Al
Qur’an tersebutlah kisah Dzulqarnain.
Allah berfirman, “Mereka akan bertanya
kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah, “Aku akan bacakan kepadamu
cerita tentangnya.” (QS al Kahfi : 83)
Siapakah
Dzulqarnain ?
Tidak disebutkan dalam Al Qur’an dan
sunnah tentang siapakah Dzulqarnain. Namun Allah saw berfirman, “Sesungguhnya
Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi dan Kami telah memberikan
kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.” (QS. Al Kahfi : 84)
Dari ayat ini biasa kita ketahui bahwa
Dzulqarnain adalah seorang raja yang mukmin, Allah swt beri kekuasaan kepadanya
dimuka ka bumi dan Allah swt memberinya segala jalan kekuasaan dan kekuatan
dari ujung barat sampai timur.
Dzulqarnain menggunakan segala jalan
kekuasaan yang diberikan Allah swt kepadanya, sehingga kekuasaan dia sampai barat
dan timur dan juga di antara dua gunung. Allah swt berfirman, “Maka diapun
menempuh suatu jalan.” (QS.al Kahfi: 85)
Sifat lain dari Dzulqarnain adalah
beliau raja yang adil yang dekat denga orang mukmin dan jauh dari orang fasik
dan ahli maksiat. Hal ini bisa terlihat dari perkataan beliau dalam firman
Allah swt, “Berkata Dzulqarnain : “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak
akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan
mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman
dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan
kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.”
(QS. Al Kahfi :87-88)
Beliau adalah raja yang shalih,
mejauhkan diri dari hal yang hina, dan tidak melirik apa yang ada di tangan
manusia. Ketika dikatakan kepadanya, “Maka dapatkah kami memberikan sesuatu
pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (QS.
Al Kahfi : 94)
Maka Dzulqarnain menjawab, “Dzulkarnain
berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah
lebih baik.” )QS. Al Kahfi : 95)
Dzulqarnain adalah raja yang mukmin, adil dan rendah diri karena
Allah swt, dia selalu mengakui nikmat Allah swt yang diberikan kepadanya. Oleh
karena itu, ketika beliau membangun dinding tidak menyalahgunakan dan tidak
tenggelam dalam kenikmatan, akan tetapi dia menyebut Allah swt dan bersyukur
kepada-Nya dan dia mengembalikannya kepad taufik Allah swt ketika berhasil
membangun dinding , serta berlepas diri dari kekuatan dirinya kepada Allah swt.
Allah swt berfirman, “Ini (dinding)
adalah rahmat dari Tuhanku.” (QS. al Kahfi : 98)
Itulah sedikit gambaran sifat
Dzulqarnain.
Dzulqarnain pergi ke tiga tempat
Dzulqarnain pernah bersafar ke tiga
tempat.
Pertama
beliau pergi ke barat.
Allah berfirman, “Hingga apabila dia
telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam
laut yang berlumpur hitam dan dia mendapati di situ segolongan umat.” (QS. al
Kahfi : 86)
Lalu Allah swt berfirman, artinya, “Kami
berkata, “Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan
terhadap mereka.” (QS. Al Kahfi : 86)
Maknanya bahwa Allah swt memberikan
kekuasaan kepada Dzulqarnain dari mereka, memimpin dan mengalahkan mereka serta memberi
kebebasan Dzulqarnain untuk memilih hukuman bagi kaum tersebut, jika dia
menghendaki dia membunuh mereka atau jika ia menghendaki dia menawan mereka.
Dari sini terlihatlah keadailan dan keimanan beliau semenjak awal.
Allah swt berfirman, “Berkata
Dzulqarnain, “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya,
kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab
yang tidak ada taranya.” (QS. Al Kahfi : 87)
Makna ayat, siapa yang terus menerus
dalam kekafiran dan kesyirikan kepada Tuhan, maka akan diazab dengan azab yang
pedih yang akan mendatangi dia dari segala penjuru, kemudian dia dikembalikan
kepada Tuhannya dan mengazabnya dengan azab yang keras, pedih dan menyakitkan.
Allah swt berfirman, artinya, “Adapun
orang-orang yang beriman dana beramal shalih, maka baginya pahala yang terbaik
sebagai terbaik, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yag mudah dari
perintah-perintah kami.” (QS al Kahfi : 88)
Sedangkan orang yang mengikuti kami,
ketika kami seru untuk menyembah Allah swt semata tanpa menyekutukannya dengan
sesuatu pun, maka baginya pahala yang terbaik di sisi Allah swt di negeri
akhirat dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari
perintah-perintah kami.
Perjalanan
kedua ke timur.
Perjalanan ini termaktub dalam firman
Allah swt artinya, “Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia
telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur), dia mendapati matahari
itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu
yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya
ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.” (QS.al Kahfi : 89-91)
Perjalanan
ketiga menuju dua gunung.
Allah swt berfirman, artinya, “Kemudian
dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia
mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti
pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj
itu orang-orang yangmembuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami
memberikan sesuatu pembayaran kepadamu,
supaya kamu membuat di dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata,
“Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik,
maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan
dinding atara kamu dengan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga
apabila besi itu telah sama rata degan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah
Dzulqarnain : “Tiuplah (api itu).” Hingga pabila besi itu sudah menjadi (merah
seperti) api, diapun berkata : “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku
tuangkan ke atas besi panas itu.” Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka
tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqarnain berkata : “Ini (dinding) adalah
rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan
menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” (QS Al Kahfi :
92-98)
Wallahu a’lam bish showab
(Sumber : Majalah Majlis)
#SPUBerbagi
RSS Feed
Twitter
20:05
faizal cikasose

0 comments:
Post a Comment