Monday, 11 May 2015




Di antara sekian banyak kisah dalam Al Qur’an tersebutlah kisah Dzulqarnain.
Allah berfirman, “Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah, “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.” (QS al Kahfi : 83)

Siapakah Dzulqarnain ?

Tidak disebutkan dalam Al Qur’an dan sunnah tentang siapakah Dzulqarnain. Namun Allah saw berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.” (QS. Al Kahfi : 84)

Dari ayat ini biasa kita ketahui bahwa Dzulqarnain adalah seorang raja yang mukmin, Allah swt beri kekuasaan kepadanya dimuka ka bumi dan Allah swt memberinya segala jalan kekuasaan dan kekuatan dari ujung barat sampai timur.

Dzulqarnain menggunakan segala jalan kekuasaan yang diberikan Allah swt kepadanya, sehingga kekuasaan dia sampai barat dan timur dan juga di antara dua gunung. Allah swt berfirman, “Maka diapun menempuh suatu jalan.” (QS.al Kahfi: 85)

Sifat lain dari Dzulqarnain adalah beliau raja yang adil yang dekat denga orang mukmin dan jauh dari orang fasik dan ahli maksiat. Hal ini bisa terlihat dari perkataan beliau dalam firman Allah swt, “Berkata Dzulqarnain : “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” (QS. Al Kahfi :87-88)

Beliau adalah raja yang shalih, mejauhkan diri dari hal yang hina, dan tidak melirik apa yang ada di tangan manusia. Ketika dikatakan kepadanya, “Maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (QS. Al Kahfi : 94)

Maka Dzulqarnain menjawab, “Dzulkarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik.” )QS. Al Kahfi : 95)

Dzulqarnain adalah raja  yang mukmin, adil dan rendah diri karena Allah swt, dia selalu mengakui nikmat Allah swt yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu, ketika beliau membangun dinding tidak menyalahgunakan dan tidak tenggelam dalam kenikmatan, akan tetapi dia menyebut Allah swt dan bersyukur kepada-Nya dan dia mengembalikannya kepad taufik Allah swt ketika berhasil membangun dinding , serta berlepas diri dari kekuatan dirinya kepada Allah swt.
Allah swt berfirman, “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku.” (QS. al Kahfi : 98)
Itulah sedikit gambaran sifat Dzulqarnain.

 Dzulqarnain pergi ke tiga tempat

Dzulqarnain pernah bersafar ke tiga tempat.
Pertama beliau pergi ke barat.
Allah berfirman, “Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam dan dia mendapati di situ segolongan umat.” (QS. al Kahfi : 86)
Lalu Allah swt berfirman, artinya, “Kami berkata, “Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” (QS. Al Kahfi : 86)

Maknanya bahwa Allah swt memberikan kekuasaan kepada Dzulqarnain dari mereka, memimpin  dan mengalahkan mereka serta memberi kebebasan Dzulqarnain untuk memilih hukuman bagi kaum tersebut, jika dia menghendaki dia membunuh mereka atau jika ia menghendaki dia menawan mereka. Dari sini terlihatlah keadailan dan keimanan beliau semenjak awal.
Allah swt berfirman, “Berkata Dzulqarnain, “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.” (QS. Al Kahfi : 87)

Makna ayat, siapa yang terus menerus dalam kekafiran dan kesyirikan kepada Tuhan, maka akan diazab dengan azab yang pedih yang akan mendatangi dia dari segala penjuru, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya dan mengazabnya dengan azab yang keras, pedih dan menyakitkan.

Allah swt berfirman, artinya, “Adapun orang-orang yang beriman dana beramal shalih, maka baginya pahala yang terbaik sebagai terbaik, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yag mudah dari perintah-perintah kami.” (QS al Kahfi : 88)

Sedangkan orang yang mengikuti kami, ketika kami seru untuk menyembah Allah swt semata tanpa menyekutukannya dengan sesuatu pun, maka baginya pahala yang terbaik di sisi Allah swt di negeri akhirat dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.

Perjalanan kedua ke timur.
Perjalanan ini termaktub dalam firman Allah swt artinya, “Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur), dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.” (QS.al Kahfi : 89-91)

Perjalanan ketiga menuju dua gunung.
Allah swt berfirman, artinya, “Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah  sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yangmembuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran  kepadamu, supaya kamu membuat di dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding atara kamu dengan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata degan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain : “Tiuplah (api itu).” Hingga pabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata : “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.” Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqarnain berkata : “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” (QS Al Kahfi : 92-98)
Wallahu a’lam bish showab

(Sumber : Majalah Majlis)
#SPUBerbagi



0 comments:

Post a Comment