Tuesday, 24 March 2015




Rumpun pohon bamboo merupakan salah satu komoditas hutan yang dikembangkan kembali pada tahun 2015 ini. Banyak jenis bamboo ( orang Sunda menyebutnya awi), dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka produk kerajinan. Di samping fungsi lingkungan sebagai pencipta iklim mikro, kesejukan lingkungan, sumber pencipta air bersih, penahan longsor, dll.
Dengan latar belakang tersebut, hutan bamboo kini kembali menjadi komoditas strategis di Jawa Barat, yang perlu ditunjang pengembangan kembali kawasan serta penciptaan lapangan kerja diperkuat jaringan pemasaran. Minat masyarakat terhadap sejumlah produk kerajinan bamboo pun meningkat kembali. Hal ini seiring selera kembali ke alam, misalnya kursi, meja, saung, bisnis rumah makan, tempat wisata, keperluan hajatan, seperti besek, piring, bahan-bahan kesenian, anyaman bamboo, pengobatan, makanan, lampu hias, keranjang hantaran, dll.
Melihat peluang ini, Dirut PT Bakri Usaha Menanam Nusantara Hijau Lestari Ali Rahman dan Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kab Bandung Nono Sambas, memberikan gambaran atas potensi peluang usaha produk-produk bamboo maupun manfaatnya bagi lingkungan.
1.    Populasi tanaman bamboo sangat potensial ditanam pada sejumlah tanah yang rawan longsor atau tanah retak, serta sudut-sudut kawasan persawahan. Manfaat berantainya, populasi hutan bambu dapat menjadi penyerap sekaligus penyakur air bersih, baik unutk air minum, pengaian ke sawah, mencegah sejumlah lokasi curam dekat sawah dari ancaman longsor dan tanah retak, yang biasanya menjadi salah satu penyebab terganggunya sumber air.
2.    Pohon-pohon bambu yang sudah besar seharusnya ditebang. Namun pelaksanaannya harus secara sistematis, untuk menjaga kelangsungan populasi. Para pembeliu bambu pun kini kembali banyak dan tergolong salah satu saha yang segmen pasarnya besar.
3.    Sebagaimana umumnya sifat tanaman tahunan, pohon bambu tergolong komoditas yang sudah menghasilkan lebih cepat walau membutuhkan kesabaran karena baru pada tahun kelima mulai dapat ditebang.  Disarankan, bagi masyarakat yang memiliki lahan cukup luas,  penanaman bambu dapat dibagi dilakukan pad sudut-sudut yang dianggap memiliki posisi vital pada penciptaan iklim mikro dan penciptaan  sumber air bersih. Kelebihan lahan lainnya masih dapat diusahakan untuk tanaman musiman seperti sayur dan palawija.
4.    Bagi masyarakat yang memiliki hutan bambu yang sudah menghasilkan, lakukan sinergi dengan manfaatkan bermunculannya kembali berbagai komunitas pengrajin bambu untuk menjalin kemitraan. Komunitas ini diharapkan menjadi salah satu penggerak menciptakan agroindustri komoditas bambu, apalagi hasil kerajinan bambu kini diketahui tergolong komoditas yang laku keras di pasar ekspor maupun domestic.
5.    Pandai-pandai mencari inovasi baru terhadap aneka produk kerajinan dan produk lainnya yang memerlukan bahan baku dari bambu.
6.    Penciptaan hutan bambu sangat potensial pula untuk mendukung banyak usaha kolam air tawar, karena sangat membutuhkan kualitas air yang jernih. Apalagi rumpun bambu mampu mereduksi bahan-bahan kimia yang mengendap dalam lapisan tanah, yang berasal dari pupuk, obat-obatan anaman pertanian, ataupun limbah rumah tangga industry, dll.
(Sumber : Kodar S. , Pikiran Rakyat)
#SPUBerbagi – SeninOptimis

0 comments:

Post a Comment