Rumpun pohon bamboo merupakan salah satu komoditas hutan
yang dikembangkan kembali pada tahun 2015 ini. Banyak jenis bamboo ( orang
Sunda menyebutnya awi), dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka produk
kerajinan. Di samping fungsi lingkungan sebagai pencipta iklim mikro, kesejukan
lingkungan, sumber pencipta air bersih, penahan longsor, dll.
Dengan latar belakang tersebut, hutan bamboo kini kembali
menjadi komoditas strategis di Jawa Barat, yang perlu ditunjang pengembangan
kembali kawasan serta penciptaan lapangan kerja diperkuat jaringan pemasaran.
Minat masyarakat terhadap sejumlah produk kerajinan bamboo pun meningkat
kembali. Hal ini seiring selera kembali ke alam, misalnya kursi, meja, saung,
bisnis rumah makan, tempat wisata, keperluan hajatan, seperti besek, piring,
bahan-bahan kesenian, anyaman bamboo, pengobatan, makanan, lampu hias, keranjang
hantaran, dll.
Melihat peluang ini, Dirut PT Bakri Usaha Menanam Nusantara
Hijau Lestari Ali Rahman dan Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kab Bandung
Nono Sambas, memberikan gambaran atas potensi peluang usaha produk-produk
bamboo maupun manfaatnya bagi lingkungan.
1. Populasi
tanaman bamboo sangat potensial ditanam pada sejumlah tanah yang rawan longsor
atau tanah retak, serta sudut-sudut kawasan persawahan. Manfaat berantainya,
populasi hutan bambu dapat menjadi penyerap sekaligus penyakur air bersih, baik
unutk air minum, pengaian ke sawah, mencegah sejumlah lokasi curam dekat sawah
dari ancaman longsor dan tanah retak, yang biasanya menjadi salah satu penyebab
terganggunya sumber air.
2. Pohon-pohon
bambu yang sudah besar seharusnya ditebang. Namun pelaksanaannya harus secara
sistematis, untuk menjaga kelangsungan populasi. Para pembeliu bambu pun kini
kembali banyak dan tergolong salah satu saha yang segmen pasarnya besar.
3. Sebagaimana
umumnya sifat tanaman tahunan, pohon bambu tergolong komoditas yang sudah
menghasilkan lebih cepat walau membutuhkan kesabaran karena baru pada tahun
kelima mulai dapat ditebang. Disarankan,
bagi masyarakat yang memiliki lahan cukup luas,
penanaman bambu dapat dibagi dilakukan pad sudut-sudut yang dianggap
memiliki posisi vital pada penciptaan iklim mikro dan penciptaan sumber air bersih. Kelebihan lahan lainnya
masih dapat diusahakan untuk tanaman musiman seperti sayur dan palawija.
4. Bagi
masyarakat yang memiliki hutan bambu yang sudah menghasilkan, lakukan sinergi
dengan manfaatkan bermunculannya kembali berbagai komunitas pengrajin bambu
untuk menjalin kemitraan. Komunitas ini diharapkan menjadi salah satu penggerak
menciptakan agroindustri komoditas bambu, apalagi hasil kerajinan bambu kini
diketahui tergolong komoditas yang laku keras di pasar ekspor maupun domestic.
5. Pandai-pandai
mencari inovasi baru terhadap aneka produk kerajinan dan produk lainnya yang
memerlukan bahan baku dari bambu.
6. Penciptaan
hutan bambu sangat potensial pula untuk mendukung banyak usaha kolam air tawar,
karena sangat membutuhkan kualitas air yang jernih. Apalagi rumpun bambu mampu
mereduksi bahan-bahan kimia yang mengendap dalam lapisan tanah, yang berasal
dari pupuk, obat-obatan anaman pertanian, ataupun limbah rumah tangga industry,
dll.
(Sumber
: Kodar S. , Pikiran Rakyat)
#SPUBerbagi – SeninOptimis
RSS Feed
Twitter
21:41
faizal cikasose

0 comments:
Post a Comment